Kamis, 20 November 2014

Kuliah Tamu



KERANGKA DASAR KEPUSTAKAWANAN DI INDONESIA
BLASIUS SUDARSONO
Pembelajar kepustakawanan kepada Kappa Sigma Kappa Indonesia

MERANCANG ANGAN
Blasius sudarsono adalah anak ketiga dari seorang guru sekolah rakyat, saya mendapatkan petuah ayahjadilah anak pandai dan kalian pada akhirnya harus hidup sendiri & mandiri, hoi saya adalah membaca karena keterbatasan akses pada buku, waktu saya dipakai untuk berangan, bersyukur atas kecerdasan bawaan keingintahuan akan permesinan dan kelistrikan, kebanggaan mengetahui lebih dahulu dari pada yang lain cita-cita saya ingin menjadi insinyur penemu (innovator


TERHAMBAT DI AWAL JALAN CITA
Awal dari kegagalan cinta yaitu saat kegagalan kuliah pada bidang yang diinginkan, mengawali kuliah tanpa motivasi penuh, ketidakbiasaan belajar secara rutin dan tekun, materi studi yang memang tidak mudah karena bukan keahlian saya, saya ebih pandai dibidang seni, sistem perkuliahan yang kurang menguntungkan, pesona kegiatan ekstra kurikuler, masa mencari jati diri yang belum selesai bahkan saya nyaris kehilangan kepercayaan diri

KEPUSTAKAWANAN INDONESIA
Empat pilar penyangga
·       Kepustakawanan adalah panggilan hidup
·       Kepustakawanan adalah semangat hidup
·       Kepustakawanan adalah karya pelayanan
·       Kepustakawanan adalah profesional
Lima daya utama
·       Berpikir kritis, analitis dan kritis
·       Berkemampuan membaca
·       Berkemampuan menulis
·       Berkemampuan wirausaha
·       Menjunjung etika
Tiga sasaran
·       Menjadi cerdas (bright)
·       Menjadi kaya (rich)
·       Menjadi benar (right)
Tujuan akhir Manusia paripurna berguna bagi sesama
Pola pikir triadik ( kebertigaan )
Pendekatan triadik :
1.     Berpikir logis, analisis, dan kritis
2.     Hidup dalam konsep ruang dan waktu
3.     Berpendekatan sistematik
Itu semua adaalah tiga elemen pendekatan berpikir yang dilakukan Blasius Sudarsono.
Beliau menyodorkan janji pustakawan muda Indonesia yang berbunyi:

JANJI PUSTAKAWAN MUDA INDONESIA
1.     Kami calon pustakawan dan pustakawan muda Indonesia
 Mengaku berprofesi sebagai pustakawan indonesi yang adalah warga bangsa dan negara indonesia.
2.     Kami calon pustakawan dan pustakawan muda Indonesia
Sebagai profesional senantiasa berusaha memahami, mengahayati, dan mengembangkan jati diri pustakawan indonesia, berkarya bagi bangsa dan negara indonesia, untuk mencapai cita-cita bangsa dan negara indonesia
3.     Kami calon pustakawan dan pustakawan muda Indonesia
Mewaspadai, menolak, dan memberantas segala hal yang merugikan bahkan dapat mengahancurkan bangsa dan negara indonesia.

PENDEKATAN FILOSOFIS DRIYARKARA
Filsafat kepustakawanan adalah pernyataan/penjelmaan dari sesuatu yang hidup di dalam hati setiap pustakawan. Maka walaupun tidak setiap pustakawan dapat menjadi ahli filsafat, namun yang dibicarakan atau dipersoalkan dalam filsafat kepustakawanan itu memang berarti bagi semua pustakawan. Dengan demikian pustakawan sudah seharusnya juga mencari jawab atas segala pertanyaan hidupnya terutama dalam menjalani profesinya. Dengan kata lain pustakawan memerlukan filsafat kepustakawanan agar mempunyai sikap (ideal) terhadap hidup kepustakawanannya.

EPILOG
Hasil pembelajaran dalam dalam menyiapkan diri menjadi pustakawan adalah posisi awal kita sebagai pustakawan. Kewajiban lembaga pendidikan harus menjawab posisi  bagi lulusan mereka. Paling tidak lembaga memberikan mengenalkan medan dan berantara perpustakaan. Pemahaman akan paham yang terletak pada dua eksterem menjadi focus pengajaran. Paham anatara ini adalah aliran eksistensialisme. Perkataan ini bukan memberi kesipulan karena upaya mengajak belajar bersilsafat. Pemikiran bersilfasat tidak ada akhirnyaselama kehidupan manusia masih ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar