KERANGKA
DASAR KEPUSTAKAWANAN DI INDONESIA
BLASIUS
SUDARSONO
Pembelajar
kepustakawanan kepada Kappa Sigma Kappa Indonesia
MERANCANG ANGAN
Blasius
sudarsono adalah anak ketiga dari seorang guru sekolah rakyat,
saya mendapatkan petuah ayah “jadilah
anak pandai dan kalian pada akhirnya harus hidup sendiri & mandiri,
hoi saya adalah membaca karena keterbatasan
akses pada buku, waktu saya dipakai
untuk berangan, bersyukur atas kecerdasan bawaan keingintahuan akan permesinan dan kelistrikan, kebanggaan mengetahui lebih dahulu dari pada
yang lain cita-cita saya ingin
menjadi insinyur penemu (innovator)
TERHAMBAT DI AWAL JALAN CITA
Awal dari kegagalan cinta yaitu saat kegagalan
kuliah pada bidang yang diinginkan, mengawali kuliah tanpa motivasi penuh, ketidakbiasaan
belajar secara rutin dan tekun, materi
studi yang memang tidak mudah karena bukan keahlian saya, saya ebih pandai
dibidang seni, sistem perkuliahan yang kurang menguntungkan, pesona kegiatan ekstra kurikuler, masa mencari jati diri yang belum selesai
bahkan saya nyaris kehilangan kepercayaan
diri
KEPUSTAKAWANAN
INDONESIA
Empat pilar penyangga
· Kepustakawanan
adalah panggilan hidup
· Kepustakawanan
adalah semangat hidup
· Kepustakawanan
adalah karya pelayanan
· Kepustakawanan
adalah profesional
Lima daya utama
· Berpikir
kritis, analitis dan kritis
· Berkemampuan
membaca
· Berkemampuan
menulis
· Berkemampuan
wirausaha
· Menjunjung
etika
Tiga sasaran
· Menjadi
cerdas (bright)
· Menjadi
kaya (rich)
· Menjadi
benar (right)
Tujuan akhir Manusia paripurna
berguna bagi sesama
Pola pikir triadik ( kebertigaan )
Pendekatan triadik :
1.
Berpikir logis,
analisis, dan kritis
2. Hidup
dalam konsep ruang dan waktu
3.
Berpendekatan
sistematik
Itu semua adaalah tiga elemen
pendekatan berpikir yang dilakukan Blasius Sudarsono.
Beliau menyodorkan janji pustakawan
muda Indonesia yang berbunyi:
JANJI PUSTAKAWAN MUDA INDONESIA
1. Kami calon pustakawan dan pustakawan
muda Indonesia
Mengaku berprofesi sebagai pustakawan indonesi yang adalah
warga bangsa dan negara indonesia.
2. Kami calon pustakawan dan pustakawan
muda Indonesia
Sebagai profesional senantiasa
berusaha memahami, mengahayati, dan mengembangkan jati diri pustakawan
indonesia, berkarya bagi bangsa dan negara indonesia, untuk mencapai cita-cita
bangsa dan negara indonesia
Mewaspadai, menolak, dan memberantas
segala hal yang merugikan bahkan dapat mengahancurkan bangsa dan negara
indonesia.
PENDEKATAN FILOSOFIS DRIYARKARA
Filsafat kepustakawanan adalah pernyataan/penjelmaan
dari sesuatu yang hidup di dalam hati setiap pustakawan. Maka walaupun tidak
setiap pustakawan dapat menjadi ahli filsafat, namun yang dibicarakan atau
dipersoalkan dalam filsafat kepustakawanan itu memang berarti bagi semua
pustakawan. Dengan demikian pustakawan sudah seharusnya juga mencari jawab atas
segala pertanyaan hidupnya terutama dalam menjalani profesinya. Dengan kata
lain pustakawan memerlukan filsafat kepustakawanan agar mempunyai sikap (ideal) terhadap hidup kepustakawanannya.
EPILOG
Hasil pembelajaran dalam dalam
menyiapkan diri menjadi pustakawan adalah posisi awal kita sebagai pustakawan.
Kewajiban lembaga pendidikan harus menjawab posisi bagi lulusan mereka. Paling tidak lembaga
memberikan mengenalkan medan dan berantara perpustakaan. Pemahaman
akan paham yang terletak pada dua eksterem menjadi focus pengajaran. Paham
anatara ini adalah aliran eksistensialisme. Perkataan ini bukan memberi
kesipulan karena upaya mengajak belajar bersilsafat. Pemikiran bersilfasat
tidak ada akhirnyaselama kehidupan manusia masih ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar